Hikmah Suara Azan

oleh

TIDAK sedikit jumlah orang mendapatkan hidayah karena mendengarkan suara azan. Dua orang Yahudi bermaksud membangun sinagoge (rumah ibadah Yahudi) persis di samping masjid Nabi. Para sahabat keberatan. Namun, Nabi menegaskan bahwa jika tanah yang hendak dipakai untuk membangun sinagoge merupakan milik mereka, kita tidak bisa menghalangi.

Ketika mereka tengah membangun sinagoge, tiba-tiba Bilal mengumandangkan azan. Ketika sampai kepada lafaz Hayya ‘alal falah (mari meraih keberuntungan), mereka tersentak dan mendatangi Nabi.

Mereka pun mengatakan, jika tujuan masjid mengajak orang sadar demi meraih keberuntungan, kami tidak perlu membangun sinagoge karena tujuan kami untuk itu. Satukan saja tanah kami dan masjidmu wahai Rasulullah.

Itulah salah satu hikmah suara azan. Pasti ada juga hikmahnya mengapa Nabi memerintahkan untuk azan di telinga kanan dan ikamah di telinga kiri. Berbahagialah orang-orang yang lahir dijemput dengan suara azan dan ikamah serta diantar dengan azan dan ikamah, sebagaimana dalam tradisi di sejumlah negara Islam mengantarkan suara azan dan ikamah kepada mayat kesayangannya di liang lahad.

Lafaz-lafaz suara azan semuanya mengingatkan kita kepada Allah SWT. Redaksinya disusun sendiri oleh Rasulullah SAW, yang kemudian ditirukan oleh Bilal, muazin profesional Rasulullah di masjidnya.

Selain untuk mengingatkan orang bahwa waktu salat sudah masuk, lafaz-lafaz azan dan ikamah juga berfungsi sebagai shock theraphy bagi orang yang percaya kepada kebesaran Allah SWT. Mungkin tadinya pikiran dan jiwa seseorang sedang kosong atau berjauhan dengan Tuhan.

Ketika tiba-tiba diperdengarkan alunan merdu azan yang mengajaknya ke jalan keberuntungan (Hayya ‘ala al-falah), akhirnya ia tersadarkan untuk mengambil air wudu lalu menyungkurkan diri di hadapan kebesaran Allah SWT dalam salat.

Subhanallah, betapa tenang hati dan pikiran bagi mereka yang memenuhi undangan Tuhan untuk hadir di hadapan-Nya, sambil membisikkan kalimat indah kepada Rabb-nya: Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in (hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya Engkau pula yang kami memohonkan pertolongan).

Lantunan suara azan untuk mengingatkan kepada kekasih-Nya bahwa waktu mikraj, mendaki langit menuju Tuhan, sudah tiba. Nabi bersabda, “Barang siapa yang memulai salatnya dengan azan dan ikamah, akan turun para malaikat dari lagit menjadi makmum di sampingnya dan ikut mengaminkan doa imam bersama-sama segenap jamaah lainnya. Salat yang tidak diawali dengan azan dan ikamah tidak akan ditemani malaikat.

Suara-suara azan dan ikamah yang senantiasa terdengar di dalam rumah mengubah rumah itu dari kuburan seperti musalah. Rasulullah pernah bersabda, “Jangan menjadikan rumahmu bagaikan kuburan.”

Rumah yang bagaikan kuburan ialah rumah yang tidak pernah kedengaran suara azan, tidak pernah kedengaran suara-suara mengaji, tidak pernah digunakan pengajian dan salat berjamaah. Sebaliknya rumah yang selalu diperdengarkan lantunan suara azan, bacaan ayat suci Alquran, dan salat berjamaah, rumah itulah yang dilukiskan Nabi dengan istilah Baiti jannati (rumahku surgaku).

Amat indah suara azan bagi orang yang beriman dan para pencinta Tuhan. Setidaknya suara azan mengingatkan orang salat di awal waktu, yakni salat yang paling afdal.

Azan dilakukan dua kali pada salat Jumat. Sekali merupakan undangan dan penanda waktu ibadah Jumat dan kedua kalinya setelah khatib naik ke atas mimbar. Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang meninggalkan salat Jumat tiga kali berturut-turut dikhawatirkan mati dalam keadaan jahiliyah.”

Rasulullah juga mengingatkan untuk menghentikan seluruh aktivitas. Bahkan difahami sebagian ulama, haram hukumnya berjual beli pada saat pelaksanaan salat Jumat dimulai.

Azan juga dilakukan dua kali pada waktu subuh. Sekali sebelum subuh untuk mengingatkan orang yang tidur untuk bangun dan berkemas-kemas menunaikan salat subuh dan azan kedua saat waktu subuh masuk. Ini penting terutama yang bertetanggaan dengan masjid.

Kata Rasulullah SAW, “Tidak ada salat (fardlu) bagi yang bertetangga dengan masjid tidak melaksanakannya di masjid.” Terima kasih muazin.


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *