Gus Menteri Minta Desa Wisata untuk Terapkan Protokol Kesehatan

oleh

MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta desa-desa wisata yang dibuka saat libur Lebaran agar menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan.

 

“Yang penting prokesnya, terus fasilitas cuci tangan dan lain-lain disiapkan. Karena kalau tidak dibuka ya kasihan juga, dan BUMDes butuh juga,”  ungkapnya saat  melakukan kunjungan kerja ke Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (8/5).

Baca juga: BUM-Desa Sukses di Sudut Kecamatan Majalaya

 

Kunjungan Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri ke Desa Ketapanrame tersebut dalam rangka meninjau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ketapanrame, serta monitoring pendataan SDGs Desa.

 

Adapun unit-unit usaha yang ada dikelola BUMDes Ketapanrame sangat beragam, ada unit jasa pengelolaan air minum, pengelolaan kebersihan lingkungan, pengelolaan wisata, pengelolaan kios dan kandang ternak, serta unit simpan pinjam dan kemitraan.

 

Melihat hasil yang dikelola BUMDes serta perputaran uang di Desa Ketapanrame, Gus Menteri sangat mengapresiasi kerja keras yang dilakukan pemerintah desa untuk memakmurkan warga desa.

 

“Pokoknya duit tidak boleh keluar ya, sudah benar itu, harus berputar di desa. Semakin desanya makmur, semakin kecil perantaunya,” ungkapnya.

Baca juga: Meski di Luar Negeri, Pekerja Migran Wajib Rasa Manfaat Dana Desa

Selain itu, Gus Menteri juga mengatakan, setelah melalui proses di Kemenkumham selesai, kedudukan BUMDes setara dengan Perseroan Terbatas (PT), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hanya levelnya saja yang di desa.

 

“Unit usaha air minum itu (Desa Ketapanrame) nanti akan legal dengan adanya badan hukum BUMDes, nanti bisa setara dengan PDAM,” ungkapnya. (X-10)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *