Gedung Putih Bantah Laporan Iran Soal Pembebasan Empat Warga AS

oleh

KEPALA Staf Gedung Putih Ron Klain, Minggu (2/5), membantah laporan dari Teheran bahwa kesepakatan telah dicapai antara AS dan Iran untuk pembebasan empat warga negara ‘Negeri Paman Sam’ yang ditahan di sana.

“Saya dapat memberi tahu Anda, sayangnya, laporan itu tidak benar,” kata Klain dalam program Face the Nation di stasiun televisi CBS.

“Tidak ada kesepakatan untuk membebaskan keempat orang Amerika ini. Kami sedang bekerja sangat keras untuk membebaskan mereka. Sejauh ini belum ada kesepakatan untuk membawa pulang keempat orang Amerika ini,” terangnya.

Baca juga: Korea Utara: Penyataan Biden Tunjukkan Kebijakan Permusuhan

Pernyataan Klain itu menyusul laporan di televisi pemerintah Iran, yang mengutip sumber informasi, bahwa pihak AS telah setuju melepaskan US$7 miliar dana Iran yang dibekukan dan membebaskan empat orang Iran yang dituduh melanggar sanksi sebagai imbalan atas pembebasan empat orang Amerika yang dituduh melakukan mata-mata.

TV pemerintah juga melaporkan bahwa Nazanin Zaghari-Ratcliffe, seorang yang berkewarganegaraan ganda Inggris-Iran yang telah ditahan di negara itu sejak 2016, dibebaskan setelah “pembayaran utang militer”.

Tetapi, pejabat Inggris mengecilkan laporan itu, dengan kantor luar negeri mengatakan bahwa diskusi sedang sedang berlangsung.

Suami Zaghari-Ratcliffe, Richard Ratcliffe, mengatakan kepada AFP bahwa mereka belum diberi tanda bahwa kesepakatan sudah dekat.

Zaghari-Ratcliffe awalnya ditahan saat berlibur di Iran pada 2016, ketika dia bekerja sebagai manajer proyek untuk Thomson Reuters Foundation.

Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei tidak menyebutkan kesepakatan apa pun dalam pidatonya pada Minggu (2/5).

Saat ditanya di CBS apakah pejabat Iran mungkin telah membocorkan laporan tersebut untuk meningkatkan tekanan politik pada pemerintahan Biden, Kepala Staf AS Klain pun menjawab tidak.

“Sekali lagi, kami bekerja keras untuk membawa pulang orang-orang Amerika ini. Ketika kami menyelesaikannya, kami jelas akan dengan senang hati mengumumkan berita itu,” ucapnya.

Laporan-laporan itu muncul sehari setelah pihak-pihak dalam perjanjian nuklir Iran menunda putaran ketiga perundingan di Wina yang bertujuan membawa AS kembali ke dalam perjanjian itu.

Mitra yang tersisa untuk kesepakatan 2015 itu telah terlibat dalam negosiasi sejak awal April untuk mencoba menghidupkannya kembali. (AFP/OL-1)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *