Festival Pantun Negeri Serumpun Perkuat Diplomasi Kebudayaan

oleh

SEKOLAH Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) menyelenggarakan Festival Pantun Pendidikan Negeri Serumpun (FPPNS) dengan peserta yang berasal dari empat negara serumpun yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Perlombaan itu dilaksanakan secara daring dan disesuaikan dengan kenormalan baru (new normal).

Kepala SIKL Encik Abdul Hajar mengatakan kegiatan budaya FPPNS diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan silaturahmi antara negara-negara serumpun di Asia Tenggara.

“Terutama dalam hal diplomasi pendidikan dan kebudayaan. Terciptanya hubungan yang baik dan kondusif di kalangan guru dan pelajar yang dapat meningkatkan kerja sama antarinsan pendidikan di negeri serumpun,” kata Hajar dalam keterangan resmi, Jumat (11/6).

Baca juga: Dari Ruang Tamu Mengantar Anak-Anak Melek Pendidikan

Pantun telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia tak benda milik bersama Indonesia-Malaysia, Desember 2020 lalu. SIKL bekerja sama dengan Jabatan Kesenian dan Kebudayaan Negara (JKKN) Malaysia berinisiatif menyelenggarakan festival pantun sebagai bentuk respons dan tanggung jawab terhadap pengakuan dunia tersebut dan pelestarian warisan budaya nenek moyang.

Festival itu didukung penuh oleh KBRI Kuala Lumpur; Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI; Kementerian Pendidikan Malaysia (KPM); dan Kementerian Kesenian dan Pelancongan Malaysia (MOTAC).

Hajar mengungkapkan pantun semakin digemari dan digiatkan oleh semua lapisan masyarakat, khususnya insan pendidikan baik pelajar maupun guru. Hal itu didukung pula meningkatnya perhatian dari pemerintah untuk kegiatan-kegiatan pelestarian budaya pantun.

Ajang FPPNS, lanjut Hajar, setidaknya memberi kesempatan kepada para guru dan pelajar untuk tetap bisa berkreasi di masa pandemi. Mereka menjadi produktif mengisi waktu di rumah dengan kegiatan-kegiatan positif dan budaya secara daring.

“Pantun juga dapat menjadi media belajar dan pendidikan karakter di sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia FPPNS Taufiq Hasyim Salengke menyatakan kegiatan bersama seperti ini diharapkan dapat semakin merekatkan hubungan persaudaraan antara masyarakat di negara-negara rumpun Melayu. Karena itu, tema besar kegiatan itu adalah “Berpantun Kita Berbudaya, Berbudaya Kita Bersaudara”.

Menurutnya, masyarakat di negeri serumpun menyambut baik penyelenggaran FPPNS 2021 serta sangat antusias mendaftarkan diri mereka. Jumlah peserta untuk keseluruhan kategori telah melebihi 1.500 orang guru dan siswa.

“Pertama kali diadakan ini sungguh sangat menggembirakan karena jumlah peserta untuk keseluruhan kategori telah lebih seribu orang,” kata Taufiq.

FPPNS diadakan secara daring dan sesuai aturan di masa pandemi. Ajang ini hanya melibatkan guru dan siswa dari empat negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Rangkaian kegiatan festival yang berlangsung dari April hingga akhir Juli tersebut terdiri dari empat kegiatan utama yakni seminar internasional; lomba cerdas cermat pantun untuk guru dan siswa jenjang SD, SMP, dan SMA; lomba kreasi lagu berpantun untuk guru dan siswa; dan acara Pentas Apresiasi Seni Budaya Festival Pantun Pendidikan. (OL-1)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *