Fenomena Mal Penuh, Pemkot Cirebon ‘Injak Rem’ Lagi

oleh

PEMERINTAH Kota Cirebon, Jawa Barat mulai menginjak rem terkait fenomena penuhnya pusat perbelanjaan jelang hari raya Idul Fitri. Kota Cirebon yang dikelilingi mal dan pusat perbelanjaan menjadi sasaran kedatangan warga dari luar kota.

Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis mengakui saat ini mal dan pusat perbelanjaan di Kota Cirebon penuh didatangi pengunjung. Pengunjung tidak hanya dari Kota Cirebon namun juga daerah-daerah tetangga, seperti dari Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu. “Sudah saatnya kita injak rem lagi,” ungkap Azis, Senin (3/5).

Diakui Azis, sebelumnya Pemkot pernah melakukan relaksasi untuk sejumlah aktivitas perekonomian. Namun relaksasi tersebut tetap dengan mematuhi prokes yang ditentukan.

Tujuan relaksasi tidak lain untuk menggairahkan perekonomian di Kota Cirebon. Namun menjelang Idul Fitri ini terjadi fenomena mall dan pusat perbelanjaan penuh dan prokes diabaikan. “Kami sudah dapat instruksi langsung dari Presiden RI yang menekankan sudah waktunya injak rem dilakukan,” ungkap Azis.

Untuk itu, lanjut Azis, mulai hari ini hingga H+7 Idul Fitri dirinya akan turun langsung melakukan monitoring ke mal dan pusat perbelanjaan yang ada di Kota Cirebon. Kepada pengelola akan diingatkan untuk tetap menjalankan prokes yaitu 50 persen dari kapasitas mal dan pusat perbelanjaan serta untuk restoran juga harus dipatuhi hanya 50 persen yang diperbolehkan untuk makan di tempat. Pengelola mal dan pusat perbelanjaan juga diwajibkan untuk mematuhi jam buka yang telah ditentukan oleh Pemkot Cirebon.

Ditanyakan mengenai sanksi bagi yang melanggar prokes, Azis  memastikan sanksi itu ada. “Namun saat ini yang terpenting bagaimana upaya kita untuk menjaga keselamatan warga,” tegas Azis.

Saat keselamatan warga mulai terancam, maka pemerintah wajib turun tangan untuk melakukan penyelamatan. “Yang terpenting kami minta masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan,” pinta Azis. (OL-15)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *