Empat Pekerja Migran yang Pulang ke Jatim Positif Covid-19

oleh

TIM Satgas Covid 19 Jawa Timur menemukan sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Jawa Timur, dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan tes usap sesampainya di Bandar Udara Juanda Surabaya.

“Begitu dinyatakan positif, mereka langsug masuk ruang isolasi di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya,” kata Kepala RSLI Surabaya.Laksamana Pertama dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara di Surabaya, Selasa (4/5).

Dari data yang masuk ada empat PMI yang datang dari Malaysia dan dinyatakan positif Covid-19 sedang menjalani perawatan isolasi di rumah sakit yang dia pimpin hingga Senin (3/5).

Nalendra menjelaskan, tadinya empat PMI itu berangkat terpisah dari negara tempat mereka bekerja. Seluruhnya telah menjalani tes usap di bandara asal. Saat itu, hasil tes menyatakan mereka negatif Covid-19.

Namun, saat tiba di Bandara Juanda Surabaya, keempatnya tetap dibawa ke Asrama Haji Surabaya untuk menjalani karantina selama dua hari sembari menunggu hasil tes usap ulang. Hasil tes usap menunjukkan, keempat orang PMI itu positif Covid-19.

“Setelah terkonfirmasi positif mereka langsung dikirim ke RSLI untuk segera ditangani,” kata Nalendra.

Berdasarkan data RSLI salah satu orang PMI itu yang berjenis kelamin laki-laki dikirim ke RSLI Jumat (30/4) lalu. Sedangkan tiga lainnya

dikirim ke RSLI pada Sabtu (1/5).

Nalendra mengatakan, empat PMI Malaysia yang positif Covid-19 itu menjalani isolasi dalam ruangan khusus. Untuk pasien laki-laki, ditempatkan di ruang Neptunus dan pasien perempuan di Saturnus.

Menurutnya, pemisahan itu bertujuan untuk memonitoring dan mengawasi kondisi keempat PMI itu secara ketat selama proses pemulihan dan menghindari kemungkinan penularan virus di tempat umum. Tidak hanya menjalani perawatan isolasi, di RSLI Surabaya keempatnya juga dipastikan mendapatkan pendampingan psikologis. Karena sudah tentu mereka terkejut dengan situasi yang sedang dihadapi.

“Pemisahan ruangan ini terkait dinamika virus yang ada pada tubuhnya. Juga menjadi upaya untuk mencegah (virus) supaya tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujarnya.

Selain itu, tujuan pemisahan ruangan keempat pasien PMI di RSLI juga untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus Corona mutasi baru. Sampel hasil usap keempatnya segera dikirim ke Balitbangkes.

Nalendra pun menegaskan, protokol kesehatan (prokes) secara ketat masih menjadi senjata terampuh menghadapi Covid-19. Dia mengingatkan hal itu kepada masyarakat di Jatim dan di mana pun.

“Jangan sampai (virus penyebab) Covid-19 yang dibawa dari luar negeri dengan varian baru dan lebih berbahaya yang kita khawatirkan selama ini menyebar di Jawa Timur,” ujarnya. (OL-13)

Baca Juga: MK: Parpol yang Lolos di Parlemen Cukup Verifikasi Administrasi

 


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *