Ekspor Militer Israel pada 2020 Capai Rp118 Triliun

oleh

EKSPOR militer Israel mencapai US$8,3 miliar (Rp118 triliun) pada 2020. Ini didukung oleh lonjakan 15% dalam jumlah perjanjian yang ditandatangani dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Terlepas dari kekhawatiran pandemi virus korona akan memengaruhi penjualan pada 2020, Israel mengutip pasar baru yang memungkinkan penjualan melonjak US$1 miliar dari 2019. Ini merupakan angka penjualan tertinggi kedua, di belakang 2017, ketika totalnya mencapai US$9,2 miliar.

“Selama setahun terakhir, kami telah bekerja secara intensif untuk memperdalam perjanjian dan kerja sama pemerintah dengan mitra kami di seluruh dunia. Kami akan terus melakukannya,” kata Menteri Pertahanan Benny Gantz dalam sebuah pernyataan dari kantornya, Selasa (1/6).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar ekspor militer masuk ke negara-negara di kawasan Asia dan Pasifik, kata pernyataan kementerian itu. Angka pemerintah mengatakan radar dan sistem peringatan dini bersama dengan amunisi dan persenjataan masing-masing menyumbang 16% dari penjualan.

Pesawat berawak dan avionik menyumbang 13%. Penjualan rudal, roket, dan sistem pertahanan udara menyumbang 10%. Bidang lain termasuk komunikasi, drone, dan sistem intelijen.

Penjualan ke kawasan Asia dan Pasifik mencapai 44%, 30% ke Eropa, 20% ke Amerika Utara, 4% ke Afrika, dan 2% ke Amerika Latin. Sebagai pemasok utama senjata ke Azerbaijan, Israel pada 2020 mendapat kecaman diplomatik dari Armenia atas peperangan antara tetangga Kaukasus itu di Nagorno-Karabakh yang disengketakan.

 

Menurut data dari Stockholm International Peace Research Institute (Sipri), selama lima tahun terakhir Israel telah menjadi pemasok utama senjata ke Azerbaijan dengan penjualan lebih dari US$740 juta. Ini menempatkannya di atas Rusia. (AFP/OL-14)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *