Duh, Lukisan Purba di Sulawesi Selatan ini Terancam Erosi Garam

oleh

Sebuah lukisan gua di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan dewasa ini diyakini sebagai lukisan purba tertua di dunia. Sayangnya karya seni yang diperkirakan sudah ada sejak jaman es itu kini terancam rusak karena adanya erosi garam

Para arkeolog meyakini erosi garam dipengaruhi perubahan iklim. Lukisan sekelompok Therianthropes, atau manusia dengan topeng hewan itu sendiri ditemukan 2017 lalu, dan diperkirakan berusia 44.000 tahun.

Melihat keadaan itu, para arkeolog kini tengah berupaya menemukan cara untuk melestarikan karya seni jaman Pleistosen tersebut. “Dampaknya sangat parah dan akan menghancurkan lukisan-lukisan itu,” tutur arkeolog Universitas Griffith Australia, Basran Burhan, seperti dilansir dari Independent, Jumat, (11/6).

Laporan arkeolog Australia dan Indonesia yang terbit di jurnal Scientific Reports bulan lalu menjelaskan, perubahan iklim  telah mempercepat proses kristalisasi garam di gua. Adanya kristalisasi kemudian mengakibatkan reaksi pada pigmen lukisan.

Arkeolog, Rustan Labe menambahkan reaksi itu telah membuat pigmen yang membentuk lukisan mengelupas dari dinding gua. Dokumentasi lukisan gua yang ia buat pada Oktober 2018 hingga Maret 2019 menunjukkan skala pengelupasan mencapai 1.36898 sentimeter.

Rustan selanjutnya mengatakan para arkeolog kedepannya akan bekerja dalam tim kecil untuk memantau pertumbuhan kristal garam. Selain itu, tim juga akan mengamati pertumbuhan organisme kecil lain yang kemungkinan menempel di dinding gua.

“Kami akan mencegah dan mengatasi faktor-faktor yang mungkin menjadi ancaman dan segera menanganinya,” pungkas Rustan. (M-4)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *