Dua Hari Lebaran, Kasus Covid-19 Semarang Menurun

oleh

DUA hari lebaran, kasus covid-19 di Kota dan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menurun. Kasus masih didominasi klaster keluarga meskipun terdapat pemudik yang terpaksa diisolasi karena terkonfirmasi korona.

Pemantauan Media Indonesia, Sabtu (15/5), ratusan warga di Kota dan Kabupaten Semarang masih jalani perawatan dan isolasi karena terkonfirmasi covid-19 di antara mereka adalah pemudik yang terpapar korona setelah menjalani pemeriksaan rapid antigen saat datang ke kampung halaman sebelum lebaran lalu.

Tercatat di Kabupaten Semarang, setidaknya ada tujuh pemudik yang terkonfirmasi covid-19, jumlah ini sama dengan jumlah pemudik di Kabupaten Pekalongan yang terpapar korona dan langsung diisolasi ke tempat karantina untuk mengantiaipasi terjadinya penyebaran lebih luas.

Data dihimpun dari Dinas Kesehatan Kota dan Kabupaten Semarang, jumlah pasien covid-19 dalam dua hari lebaran terjadi penurunan kasus cukup besar. Di Kota Semarang sebelumnya tercatat lebih dari 400 warga terpapar korona, menurun menjadi 333 orang yang masih menjalani perawatan dan isolasi.

Demikian juga di Kabupaten Semarang, sebelum lebaran Idul Fitri tercatat 368 orang terpapar covid-19 dengan tujuh orang di antaranya pemudik, saat ini menurun menjadi 291 orang yang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan penurunan kasus covid-19 itu terjadi karena upaya pencegahan yang dilakukan di antaranya adalah penyekatan pemudik di setiap pintu masuk kota dan pencegahan kerumunan dilakukan, selain tentunya adalah disiplin warga dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Baca juga:  Kasus Covid-19 di Kabupaten Jepara dan Semarang Terus Naik

Penanganan cepat terhadap kesembuhan pasien covid-19 baik di rumah sakit maupun tempat karantina, lanjut Hendrar Prihadi, juga menjadi peran penting dalam penurunan jumlah kasus yang ada.

“Tapi di sini berdasarkan data kasus covid-19 didominasi klaster keluarga, seperti dari salah satu anggota terpapar kemudian menular ke anggota keluarga lainnya,” ungkapnya.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengungkapkan berbagai upaya mencegah peningkatan kasus covid-19 dilakukan setelah sejak awal Ramadan lalu terus meningkat di daerah ini, apalagi saat musim mudik ditemukan ada tujuh pemudik yang terpapar korona, segera diambil tindakan karantina yang telah disiapkan di tiga tempat.

Tindakan lain, ujar Ngesti Nugraha, dengan menutup obyek wisata selama liburan lebaran sebagai pencegahan terjadinya kerumunan warga dan tinggi mobilisasi ke tempat wisata yang cukup rawan penyebaran.

“Kita terus lakukan sosialisasi dan pencegahan dengan menerapkan PPKM mikro dan jogo tonggo secara ketat,” imbuhnya.(OL-5)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *