DPRD: PPDB Selalu Berpolemik Karena Sekolah Negeri Kurang

oleh

PADA hari pertama proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) DKI untuk jalur prestasi akademik dan non akademik hari ini telah menuai keluhan banyak para orangtua. Hal utama yang dikeluhkan adalah kesulitan orangtua membuatkan akun untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah yang dituju.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani berpendapat proses PPDB setiap tahun akan selalu diwarnai polemik. Hal ini karena banyaknya minat masyarakat untuk bersekolah ke sekolah negeri dan hal itu tidak diimbangi dengan jumlah sekolah negeri di Ibu Kota.

Baca juga: Kejahatan Femisida Meningkat, Kehadiran RUU PKS dan KUHP Mendesak

“Contohnya adalah jumlah lulusan SD tahun ini sekitar 180ribu orang. Namun, jumlah kursi yang ditampung oleh SMP negeri hanya 71 ribu. Kemudian, lulusan SMP negeri tahun ini ada sekitar 80 ribu orang. Tapi jumlah kursi di SMA negeri hanya sekitar 50 ribu,” kata Zita dalam diskusi virtual, Senin (7/6).

Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itupun menuntut agar Pemprov DKI dapat menambah jumlah sekolah negeri di Jakarta. Menurut dia, tingginya minat warga terhadap sekolah negeri karena sekolah negeri bebas biaya.

Selain itu, ada beberapa faktor lainnya seperti pengaruh memperoleh kesempatan yang lebih luas memasuki universitas negeri dibandingkan sekolah swasta.

“Ini perlu jadi bahan diskusi panjang baik masyarakat warga DKI. Semuanya kita sinergi untuk mendorong agar jumlah itu bisa diperluas sehingga warga yang bisa sekolah gratis makin banyak,” lanjutnya. (OL-6)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *