Di Cianjur, Lansia yang Berani Divaksin Dihadiahi Ayam Hidup

oleh

VAKSINASI mungkin bagi sebagian orang menjadi momok menakutkan. Pasalnya, tak sedikit di antara masyarakat yang takut dengan jarum suntik.

Demikian juga saat ini bersamaan pandemi covid-19, masih ada warga lanjut usia yang menolak divaksin dengan berbagai alasan. Selain takut dengan jarum suntik, juga stigma vaksinasi yang dikhawatirkan memberikan efek samping.

Namun di wilayah hukum Polsek Pacet Polres Cianjur, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) setempat merangsang masyarakat agar mau divaksin covid-19 dengan iming-iming hadiah. Bentuk hadiahnya berupa ayam hidup yang bisa diternakkan ataupun diolah menjadi masakan.

Baca Juga: Petugas Datangi Lansia di Pangandaran untuk Divaksin Covid

Cara tersebut ternyata cukup efektif. Ratusan lanjut usia yang tadinya menolak divaksinasi covid-19, akhirnya mau menjalaninya.

Kapolsek Pacet Ajun Komisaris Galih Apria mengatakan, pemberian vaksinasi, terutama bagi kalangan lanjut usia, digelar serentak di wilayah hukum Polda Jabar dan Polres Cianjur. Menurut informasi di lapangan, ternyata masih banyak lansia yang merupakan sasaran prioritas enggan mengikuti vaksin dengan alasan takut jarum suntik.

“Dari hasil kesepakatan bersama, kami berinisiatif membeli ayam hidup. Kemudian ayam hidup ini kita berikan kepada lansia yang tidak mau disuntik vaksin,” kata Galih, Kamis (10/6).

Gebyar vaksinasi massal bagi lansia yang digelar Polres Cianjur dan 24 polsek dilaksanakan pada Senin (7/6). Di Kecamatan Pacet, vaksinasi dipusatkan di Desa Ciputri.

Terdapat setidaknya ratusan orang lansia yang terdaftar sebagai sasaran penerima vaksin. Dari jumlah itu, sekitar 100-an orang lansia tidak mengikutinya. Sebagian besar mengaku takut jarum suntik.

“Kita datangi ke rumah mereka satu per satu lansia yang tidak mau divaksin. Kita berikan edukasi pentingnya vaksinasi sambil memberikan hadiah berupa ayam hidup. Ini tanda kasih sayang kami kepada orangtua. Nyaah ka sepuh (sayang kepada orangtua),” bebernya.

Cara tersebut ternyata berdampak positif. Lansia yang awalnya enggan divaksin, akhirnya mau dibawa ke tempat pelayanan vaksinasi setelah kita jemput bola ke rumahnya dan memberikan hadiah berupa ayam hidup. 

“Alhamdulillah, cara ini cukup efektif. Itu ayamnya mau dipelihara ataupun mau dimasak, terserah warganya,” pungkas Galih.

Elis Sumiati, 61, warga Desa Ciputri Kecamatan Pacet, mengaku awalnya menolak mengikuti vaksinasi covid-19. Elis beralasan dirinya takut dengan jarum suntik. “Ada pak Kapolsek dan pak Camat serta pak Kades yang datang ke rumah. Saya diberitahu pentingnya vaksin. Akhirnya saya mau. Iya, saya dikasih satu ekor ayam. Alhamdulillah senang,” kata Elis.

Koordinator Imunisasi Puskesmas Pacet, Anggy Yuslianti, menjelaskan di Desa Ciputri terdapat sekitar 780 orang lansia yang merupakan sasaran vaksinasi. Sebagian di antara mereka ada yang sudah divaksin sebelumnya.

“Di Desa Ciputri kami ditargetkan memvaksinasi sebanyak 150 orang. Ada memang beberapa di antaranya yang menolak divaksin karena takut. Tapi pada akhirnya mau juga divaksin,” terang Anggy. (BB/OL-10)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *