Deteksi Mutasi Virus, BPPT Dorong Akselerasi Genome Surveillance

oleh

Kepala BPPT Hammam Riza mendukung upaya-upaya untuk melakukan genome surveillance Covid-19 dalam mendeteksi mutasi baru virus. Pasalnya, saat ini perkembangan mutasi covid-19 dan penyebarannya makin meluas.

“Ini sebagai bagian dari penguatan kesiapan dan kemampuan nasional dalam mengikuti, memonitor penyebaran, mendata, menganalisis sequence gen, memprediksi serta memitigasi potensi risiko penyebaran yang lebih luas,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis (3/6).

Baca juga: Keselamatan, Faktor Utama Pembatalan Jemaah Haji Indonesia

Menurutnya, untuk memetakan keseluruhan varian virus diperlukan upaya mengenalinya melalui pattern recognition. Hal itu disertai dengan kemampuan intelligence yang basisnya bisa deep learning atau supervised learning.

“Ini merupakan upaya kita memanfaatkan lintas ilmu, lintas bidang dalam upaya menghasilkan terobosan besar dalam kontruksi sebuah platform kolaboratif interdisiplin yang dapat memainkan peran strategis untuk berbagai hal,” ujarnya.

Secara khusus dalam data sains, lanjutnya dibutuhkan upaya dalam memanfaatkan AI dan big data untuk clinical dan genomic diagnostic. Dan itulah tantangan dalam mengakselerasi genomics surveillance dengan bergai terobosan teknologi.

Untuk mengakselerasi, kedepan riset genom nasional harus memiliki kemampuan big data dan supercomputing. Sehingga dapat melaksanakan proses penggalangan data monitoring, mitigasi dan menghasilkan rekomendasi dan aksi strategis yang akan mendrong munculnya inovasi produk penanganan Covid-19 dan membangkitkan kemandirian nasional dibidang kesehatan.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa potensi transmisi virus lintas negara masih sangat tinggi. Termasuk potensi muncul dan menyebarnya varian baru.

Baca juga: Ketua Satgas Pastikan Penerapan 3M Berjalan Optimal

Herd immunity menjadi target yang akan dicapai, namun herd immunity tidak bisa dicapai Indonesia sendirian akan tetapi harus bersama-sama negara lain, seluruh masyarakat global.

“Karena SarCov-2 telah menyebar di seluruh dunia telah menjadi pandemi, sehingga tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri oleh tiap negara,” tuturnya.

Di samping itu, upaya penanganan dan pemantauan Covid-19 terus berkembang, seiring dengan penemuan-penemuan terkini tentang terjadinya mutasi virus ini.

“Dengan adanya kebersamaan dalam genomics surveilance maka penguatan insfrastruktur, kapasitas SDM bisa didorong dan pada akhirnya konsorsium genomics menjadi model ekosistem data kesehatan nasional ini akan ikut terbangun melalui aksi-aksi yang ada,” kata dia.

Hammam menambahkan bahwa SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 merupakan virus RNA yang memiliki laju mutasi tinggi yang dapat menyebabkan variasi patogenesis dan virulensinya atau kemampuan untuk menginfeksi. Sehingga pemahaman dan upaya untuk mengenali mutasi atau munculnya varian sangat diperlukan dalam memprediksi transmisi infeksi virus, proteksi imunitas dan pengembangan vaksin baru. (H-3)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *