CDC Desak Remaja untuk Divaksin Covid-19

oleh

DIREKTUR Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS Rochelle Walensky mendesak remaja untuk divaksinasi, karena data baru dari peneliti menunjukkan satu dari tiga remaja yang dirawat di rumah sakit karena covid-19 awal tahun ini, membutuhkan perawatan ICU.

“Saya sangat prihatin dengan jumlah remaja yang dirawat di rumah sakit dan sedih melihat jumlah remaja yang membutuhkan perawatan di unit perawatan intensif atau ventilasi mekanis,” kata Walensky dalam sebuah pernyataan, Jumat (4/6).

Tingkat rawat inap karena covid-19 meningkat di kalangan remaja berusia 12-17 tahun pada April menjadi 1,3 per 100.000 orang dari tingkat yang lebih rendah pada pertengahan Maret, ungkap CDC dalam Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR).

Menurut badan tersebut, di antara 204 remaja, yang dirawat di rumah sakit terutama karena covid-19 antara 1 Januari-31 Maret, 31,4 persen dirawat di unit perawatan intensif dan sekitar 5 persen memerlukan ventilasi mekanis.

“Banyak dari penderitaan ini dapat dicegah,” ujar Walensky.

Baca juga: Prancis Perluas Kampanye Vaksinasi Hingga ke Usia Remaja

Data terbaru CDC didasarkan pada sistem pengawasan rawat inap terkait covid-19 yang dikonfirmasi laboratorium di 99 kabupaten di 14 negara bagian, yang mencakup sekitar 10 persen dari populasi AS.

Data tersebut menambah informasi sebelumnya yang menunjukkan bahwa rawat inap akibat covid-19 yang parah terjadi pada semua kelompok umur meskipun lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. CDC merilis data sebagai bagian dari dorongan Amerika Serikat untuk memvaksinasi remaja dengan vaksin Pfizer Inc dan mitra Jerman BioNTech SE.

Vaksin ini diizinkan untuk digunakan pada anak berusia 12 hingga 15 tahun pada bulan Mei. Hampir 50% penduduk AS, 12 tahun ke atas, telah divaksinasi penuh, menurut data badan tersebut.

Peningkatan tarif masuk rumah sakit pada remaja mungkin terkait sebagian dengan sirkulasi varian virus korona yang lebih menular dan sejumlah besar anak yang kembali ke sekolah, ujar badan tersebut.(Straitstimes/OL-5)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *