Bus Listrik Moeldoko Diakui Kalangan Milenial

oleh

MOBIL Anak Bangsa mendapat pengakuan dari kalangan milenial. Koordinator Aliansi Milenial Muslim Indonesia, Nurkhasanah menyatakan Mobil Anak Bangsa adalah bus listrik yang dibangun Kepala Staf Presiden, Moeldoko dari nol.

“Mobil Anak Bangsa sudah memasuki generasi kelima dengan mutu yang terjamin setelah melalui berbagai uji coba oleh pihak-pihak yang berkompeten. Ini adalah fakta bahwa Indonesia telah memiliki kendaraan listrik bermutu tinggi, hasil pengembangan dan kreativitas sendiri,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari kalangan milenial, Nurkhasanah mengaku bahwa pengembangan teknologi tersebut tidak hanya sangat sesuai dengan zaman, tapi juga memiliki potensi pengembangan yang akan memengaruhi nasib bangsa ke depan.

Dia menyebutkan dunia saat ini tengah demam mobil listrik karena orang semakin peduli dengan masa depan Bumi. Jadi, kehadiran MAB yang menegaskan keberhasilan Indonesia untuk terlibat dalam pengembangan teknologi mobil listrik ini sangat patut diapresiasi.

Keberhasilan Moeldoko, lanjutnya, menegaskan bahwa Indonesia tidak mengalami decoupling alias tidak nyambung dalam pusaran pengembangan teknologi dunia.  

“Itu artinya kita bukan saja hadir bersama negara-negara industri lain di tengah semaraknya perkembangan mobil listrik, bahkan berpotensi menjadi salah satu pemain penting, mengingat kekuatan sumber daya alam kita,” ujarnya

Kehadiran kendaraan listrik di Indonesia perlu diakselerasi, kata Nurkhasanah, mengingat banyaknya keuntungan yang bisa didapatkan. Mulai dari kendaraan yang ramah lingkungan tanpa emisi karbon gas buang, sisi ekonomi di tengah permintaan mobil listrik yang terus naik, hingga sisi ketahanan energi nasional.

“Apalagi mobil listrik sangat efisien dari segi biaya, karena penggunanya tidak dibebani pembelian bahan bakar minyak (BBM) yang kian mahal serta minimnya biaya perawatan,” kata dia.

Yang membuat Nurkhasanah terharu, pengembangan mobil listrik itu dilakukan Moeldoko jauh sebelum dirinya menjadi KSP.

“Saya terkejut saat tahu bahwa pengembangan mobil listrik itu sudah dilakukan Pak Moeldoko sejak 2012, waktu beliau menjadi Wakil Gubernur Lemhanas. Saya kagum, betapa saat itu pun Pak Moeldoko sudah berpikir ke depan, dan meyakini bahwa baterai lithium atau baterai listrik itu adalah masa depan,” kata Nurkhasanah.

Moeldoko membiayai semua proses dari nol dengan biaya dari kantong pribadinya. “Padahal, untuk itu perlu mengirimkan tim berpuluh-puluh kali ke Tiongkok untuk belajar dan riset saja, sebagaimana yang kita dengar dari beliau. Itu yang membuat kami, generasi milenial kagum,” kata dia.


Dipakai Mitsui


Yang kian membuat AMMI bangga, konsumen bus listrik yang dikembangkan PT MAB itu di antaranya justru perusahaan Jepang, Mitsui, bangsa yang sebelumnya selalu menjadi kiblat Indonesia dalam teknologi kendaraan bermotor.

“Penggunaan MAB oleh perusahaan Jepang, Mitsui, yang digunakan di Paiton, dengan tidak adanya keluhan selama satu setengah tahun ini, harus membuat kita bangga. Apalagi bus listrik itu pun kian canggih karena sudah dibekali liquid cooling system yang memungkinnya melaju sampai kecepatan 130 km/jam, dengan jarak tempuh kurang lebih 200 km untuk sekali pengisian baterei. Itu keberhasilan yang tinggi dan amat sangat patut diapresiasi seluruh bangsa,” kata Nurkhasanah.

Sebagaimana dilaporkan banyak media massa, kiprah Moeldoko dalam pengembangan bus listrik melalui PT MAB mengalami keberhasilan yang membanggakan Indonesia.

Pengembangan dari nol, dengan awalnya memakai chasis bus Mercedes Benz, yang dimulainya sejak 2012 kini telah mencapai pengembangan generasi kelima yang memungkinkan kendaraan listrik yang lebih canggih dan nyaman.

Setelah puluhan ribu kilometer tanpa memunculkan keluhan, kini bus-bus listrik MAB digunakan dalam operasional di Bandara Soekarno-Hatta, jaringan PLN, kendaraan operasional PT Paiton, dan sebagainya.

Pada kesempatan deklarasi Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia atau disingkat Periklindo, organisasi tempat Moeldoko menjadi ketua umum, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (25/4) lalu, Kepala Staf Presiden itu juga mengatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan kendaraan untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus berdatangan.

“Pada 2020 (ada permintaan) dari PPD (Perum Pengangkut Penumpang Djakarta) 130 unit. Garuda juga minta. Mitsui juga. Beberapa yang lain juga minta,” ujar Moeldoko. (N-2)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *