Bukalapak Waspadai Kejahatan Siber saat Transaksi Online Tinggi

oleh

CHIEF Executive Officer (CEO) Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengungkapkan, di sejumlah momen seperti saat Ramadan dan menjelang Lebaran, harus mewaspadai kejahatan siber dalam transaksi online di e-commerce atau lainnya.

“Seperti sekarang ini, saat aktivitas transaksi online cenderung meningkat, ada risiko terjadinya upaya kejahatan siber yang dihadapi oleh siapa saja, tidak hanya pengguna e-commerce,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (12/5).

AVP Customer Satisfaction Management Bukalapak Tine Ervina mengklaim, pihaknya memiliki sistem perlindungan yang berlapis, sehingga akses terhadap data-data pengguna dikatakan akan aman.

Dia menyampaikan, Bukalapak juga bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Polri, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam usaha melindungi data pengguna.

“Hal ini juga untuk menindaklanjuti para penjahat siber dan mengurangi adanya penipuan yang terjadi di Bukalapak,” jelas Tine.

Menurutnya, jika pengguna aplikasi Bukalapak menemukan aksi yang janggal, segera laporkan ke BukaBantuan supaya terhindar dari aksi kejahatan lebih jauh.

Sementara, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel A. Pangerapan menjelaskan, pemerintah menyokong strategi dalam menghadapi risiko keamanan data melalui tiga pilar, yakni pemberdayaan SDM dengan cara mengedukasi untuk meningkatkan literasi digital para pengguna.

Berikutnya, menciptakan regulasi yang komprehensif terkait perlindungan keamanan bertransaksi daring yang dijamin beberapa instrumen hukum, dan menyokong implementasi aspek-aspek teknis seperti penerapan Indeks Keamanan Informasi, klarifikasi kasus keamanan data dan lainnya. “Serta penindakan hukum terhadap kasus-kasus keamanan data,” tutupnya. (OL-13)

Baca Juga: Penting, Melindungi Akun Pribadi saat Berselancar di Dunia Maya


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *