BTS Meal Picu Kerumunan, McDonald’s Minta Maaf

oleh

POLISI telah memanggil manajemen restoran cepat saji McDonald’s (McD) terkait kerumunan driver ojek daring (ojol) saat memesan menu BTS Meal.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya menyebut manajemen McD telah meminta maaf atas kerumunan di beberapa gerai yang dipicu edisi BTS Meal.

“Diklarifikasi untuk ke Polsek dan Polres, mereka sudah minta maaf dan akan memperbaiki sistem yang ada,” ujar Yusri, ketika dikonfirmasi, Jumat (11/6).

Baca juga: Ini Sanksi bagi 32 Gerai McD yang Timbulkan Kerumunan di Jakarta

Yusri mengatakan pihaknya tidak terburu-buru dalam menerapkan proses pidana pada kasus kerumunan McD tersebut.

Ia mengatakan pihaknya, bersama Satpol PP dan TNI, mengutamakan langkah pencegahan atau preventif.

“Preventif dulu, nanti kita sambil lihat hasilnya, masih kita ambil keterangan dulu, dan mereka mengakui minta maaf dulu karena kita cepat langsung kita bubarkan semuanya,” kata Yusri.

Lebih lanjut, Yusri mengatakan pihaknya menyarankan McD untuk menghilangkan promo BTS Meal pada aplikasi pemesanan daring untuk sementara waktu. Hal itu guna mencegah kembali terjadinya kerumunan.

“Kami mengusulkan kemarin supaya aplikasi yang BTS Meal itu dihilangkan dulu atau ditutup sementara, jangan sampai terjadi kerumunan seperti ini,” kata Yusri.

BTS Meal merupakan menu kerja sama antara McDonald’s dengan boyband asal Korea Selatan (Korsel) Bangtan Boys atau BTS.

Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia Caroline Kurniadjaja menjelaskan BTS Meal ini akan diluncurkan pada 9 Juni mulai pukul 11.00 WIB.

Namun, untuk mendapatkan BTS Meal ini, para fans BTS atau yang biasa disebut ARMY dan konsumen MCDonald’s lainnya hanya bisa memperolehnya secara daring dan drive thru.

Hal itu dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadi kerumunan di tengah pandemi covid-19 yang saat ini masih melanda Tanah Air.

“Memutuskan tidak menjual di restoran langsung, karena kami mengutamakan keselamatan dan kesehatan konsumen dan karyawan. Kita tahu fans BTS banyak jadi untuk menghindari keramaian kerumumanan makanya kami putuskan tidak menjual langsung,” kata Caroline.

Meski demikian, kerumunan tidak terelakkan. Pada hari pertama peluncuran tersebut, pesanan melalui ojek daring membludak dan membuat kerumunan.

Alhasil, sejumlah gerai McD disegel sementara guna mencegah kerumunan. Tercatat, 32 gerai McD di Jakarta disanksi karena kerumunan tersebut. (OL-1)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *