Bienvenue ala Maison Teraskita

oleh

 

PUSAT kota, bersejarah, dan suasana otentik. Tiga hal yang menggambarkan Alun-alun Bandung. Bagaimana jika ketiga hal tersebut dilebur menjadi satu dalam sebuah boutique lifestyle hotel yang mengakomodir berbagai kebutuhan?

Yuk, manjakan indera dengan jelajahi kekayaan cita rasa di Maison Teraskita Bandung!

Bangunan bergaya art deco yang mengadaptasi konsep arsitektural EuropeanClassic Modern, langsung tersapu pandangan orang yang melintas di bagian eksterior Maison Teraskita Bandung, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Bagian luar gedung yang didominasi warna putih itu terletak persis di seberang Alun-alun Kota Bandung.

Gerbang dengan ornamen melengkung yang menguatkan kesan klasik berada tepat di sentral bagian muka bangunan, mempersilakan setiap tamu untuk masuk. Gerbang semacam ini memudahkan pejalan kaki maupun pesepeda,

untuk mampir dan bersantai di dalamnya. Selain putih, ada padanan dua warna lain yang mendominasi sebagai aksen. Senada dengan konsep kemewahan, hijau turquoise dan biru turquoise juga dipilih karena identik dengan simbol warna kerajaan Prancis di masalalu.

Ada pula sedikit sentuhan warna brass gold, kayu, dan palem yang menghangatkan suasana. “Konsep utama yang diusung adalah heritage, luxury, and tropical, dengan membawa suasana Prancis ke pusat Kota Bandung,” ucap General Manager Maison Teraskita Bandung, Dodi Pusdinata, Kamis (22/4).

Konsep desain kolonial Prancis yang dipilih juga dirasakan pas dengan bangunan cagar budaya kelas Byang dimiliki Maison Teraskita Bandung. Bangunan tersebut dibangun pada 1917 sebagai Gedung Siemens, dan beberapa tahun silam digunakan sebagai kantor Waskita Karya (Persero) Tbk.

Bangunan lama dan ekstensi memiliki fungsi masing-masing yang disesuaikan dengan kondisi dan luas bangunan. Bangunan lama difungsikan sebagai area lobi dan penerimaan tamu.

Sementara kamar-kamar, restoran, ruang pertemuan, dan area layanan  lainnya berada dalam bangunan ekstensi.

Sentuhan kontemporer pada interior di lobi mengangkat sejarah Konferensi Asia-Afrika yang terjadi pada 1955 melalui foto-foto dan ornamen reproduksi yang menggambarkan suasana Konferensi Asia-Afrika.

Maison Teraskita Bandung memiliki 84 unit kamar yang tersebar di 8  lantai, terdiri dari Rustic room, Deluxe, Deluxe Corner, dan Deluxe Attic. Fasilitas lainnya ialah Teras Café, Bistro Java, Havana Room Health Club, kolam renang, barbershop, dan Executive Social Club.


Highlight Menu


Ada banyak restoran maupun kafe yang menyuguhkan menu-menu spesial European, Nusantara bahkan Western. Akan tetapi, jika ingin mendapatkan suasana ekslusif, rasa makanan yang lezat, dan harga yang terjangkau, Maison Teraskita wajib masuk dalam bucket list.

Ada aneka macam French Pastrysebagai hidangan menggugah mata, menu-menu bercita rasa Nusantara, aneka pasta, hingga aneka dessert yang memanjakan lidah.

Executive Chef Maison Teraskita Nurhadi Rachmatullah menyebutkan, aneka hidangan yang disajikan bertema Nusantara atau Western. Setidaknya, ada tiga menu Highlight yang dijagokan di Bistro Java Restaurant.

Yang paling banyak diburu tamu ialah sop buntut vaganza, nasi goreng buntut, pizza ala Maison, spaghetti marinara serta dessert favorit yaitu choux au craqueli. (N-2)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *