Biden dan Johnson Siap Gelar Pertemuan Perdana

oleh

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson siap mengadakan pertemuan tatap muka pertama pada Kamis waktu setempat. Kedua pemimpin negara akan meletakkan dasar untuk pakta baru, meski implementasi Brexit dan konsekuensi di Irlandia Utara membayangi “hubungan khusus” yang sudah berlangsung lama.

Biden dalam tur luar negeri pertama sebagai Presiden AS dan PM Inggris akan menyetujui versi modern “Piagam Atlantik” pada 1941, yang ditandatangani oleh Winston Churchill dan Franklin D Roosevelt. Langkah itu menetapkan tujuan pascaperang untuk demokrasi, perdagangan dan potensi kerja sama.

“Dunia membutuhkan pertemuan ini. Waktunya telah tiba untuk menghilangkan masa suram. Piagam baru mencakup ilmu pengetahuan, teknologi dan perdagangan, serta menggarisbawahi komitmen bersama kami untuk NATO,” bunyi pernyataan resmi Johnson, Kamis (9/6).

Baca juga: Biden Berencana Bagikan 25 Juta Dosis Vaksin Covid-19 kepada Dunia

Sementara itu, Biden dilaporkan telah menginstruksikan diplomat AS untuk menekan Johnson atas upaya penanganan terhadap Brexit dan dampaknya pada proses perdamaian Irlandia Utara. Harian Times melaporkan diplomat senior AS di Inggris, Yael Lempert, mengatakan kepada Menteri Brexit Lord Frost bahwa pemerintah Inggris telah ‘membakar’ ketegangan di Irlandia dan Eropa.

Dalam hal ini, dengan adanya penolakan terhadap pemeriksaan pelabuhan di provinsi tersebut. Pemeriksaan pelabuhan pada pengiriman menuju Irlandia Utara dari daratan Inggris Raya, disetujui sebagai bagian dari kesepakatan Brexit. Namun, menyebabkan kekhawatiran di antara komunitas serikat pekerja, yang menilai ketentuan itu mengubah posisi mereka di Inggris.

Pembicaraan untuk menyelesaikan pertikaian perbatasan putus tanpa kesepakatan. Uni Eropa telah mengancam Inggris dengan tindakan pembalasan, jika menolak untuk menerapkan pengaturan perdagangan pascaBrexit di Irlandia Utara.

Pada bagiannya, Departemen Luar Negeri AS menegaskan siap mendorong kedua belah pihak untuk memprioritaskan stabilitas ekonomi dan politik di Irlandia Utara. Berikut, untuk bernegosiasi dalam mekanisme yang ada ketika perbedaan itu muncul.

Baca juga: Harris Tuai Kritik Pascalawatan Internasional Pertamanya

Biden memulai perjalanan luar negeri pertama sebagai Kepala Negara dengan mengumumkan “AS telah kembali!”, seraya mendesak pembentukan kolaborasi global setelah pandemi covid-19. Berikut, mengatur ulang hubungan diplomatik setelah era kepemimpinan Donald Trump.

Dalam perjalanan, penasihat keamanan nasional AS Biden Jake Sullivan mengatakan kepada wartawan di atas Air Force One, bahwa Biden akan memulai dengan berita inisiatif terkait pembagian vaksin covid-19. Sullivan tidak memberikan rincian lengkap, namun media AS melaporkan pemerintahan Biden akan membeli 500 juta dosis vaksin Pfizer/BioNTech untuk distribusi global.

Vaksin tersebut ditujukan untuk sejumlah negara berkembang, dengan klaim bahwa inisiatif pemerintahan AS merupakan hal yang tepat. “Negara G7 akan membuat deklarasi bersama lebih lanjut tentang rencana komprehensif untuk membantu mengakhiri pandemi covid-19 secepat mungkin,” jelas Sullivan.(Arabnews/OL-11)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *