Bakal Uji Coba Pembukaan Karaoke, Disparekraf: Kapasitas 25%

oleh

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta bakal menguji coba pembukaan tempat hiburan karaoke. Meski kebijakan itu tidak akan dilakukan dalam waktu dekat karena kasus covid-19 yang tengah meningkat, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta sudah menggodok prosedur dan tata laksana protokol kesehatan pada tempat usaha karaoke.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta Gumilar Ekalaya menyebutkan, salah satu ketentua protokol kesehatan yang ditetapkan adalah kapasitas pengunjung dalam satu ruangan hanya 25%. Untuk itu, dalam uji coba ini ia memperkirakan untuk ruangan kecil berkapasitas 3 orang belum bisa digunakan.

Baca juga: Hindari Close-Contact Settings (Berbicara dengan Jarak Berdekatan)

“Kalau nanti untuk di dalam ruangan 25% dulu untuk tahap awal yah kan masa uji coba. Jadi satu room itu hanya 25% yang dibolehkan jumlah pengunjung atau tamunya. Makanya nanti yang boleh itu hanya room yang kapasitasnya besar. Kalau yang satu room cuma 2-3 orang otomatis tidak bisa dipakai, jadi kita upayakan room besar dulu yang dipake,” ungkapnya di Balai Kota, Rabu (2/6).

Pihaknya sampai saat ini masih mematangkan prosedur protokol kesehatan tersebut. Juga salah satu yang diatur adalah pemakaian ruangan. Gumilar mengatakan, ruangan ditetapkan hanya boleh digunakan sekali dalam sehari. 

“Selain itu, microphone juga tidak boleh digunakan bergantian. Satu pengunjung satu,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Parekraf juga akan mematangkan teknis terkait sterilisasi ruangan karaoke. Untuk uji coba, ruangan saat ini meskipun hanya boleh digunakan sekali sehari, tidak menutup kemungkinan bisa digunakan berulang kali seperti bioskop dengan catatan sterilisasi dilakukan optimal.

“Kita arahnya kita coba dulu satu kali dalam satu hari. Kalau memang animonya cukup besar nanti kita bisa tinjau lagi kan. Sterilisasi pastinya kalau memang ini sudah mulai beroperasi normal pasti itu harus. Kayak bioskop kan, paling tidak dua jam lalu sterilisasi baru boleh dipakai lagi. Tapi karena kondisi pandemi gni, dicoba konsepnya satu kali per hari dulu,” tandasnya. (OL-6)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *