Australia Belum Masuk Daftar Koridor Perjalanan RI

oleh

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan belum ada rencana pembukaan koridor perjalanan atau travel corridor arrangement (TCA) antara Indonesia dan Australia.

Menurutnya, rencana pembukaan perbatasan untuk menerima WNA tergantung dari kesiapan negara asal.

“Australia belum masuk skema travel corridor arrangement, karena satu lain hal. Itu berkaitan kesiapan pemerintah (Australia) sebagai mitra untuk menyelenggarakan itu (TCA),” ujar Sandiaga dalam media briefing secara virtual, Selasa (27/4).

Baca juga: Sandiaga: Pariwisata bukan Pemicu Covid-19, Jika Prokes Diterapkan

Pemerintah dikatakannya fokus pada rencana pembukaan koridor perjalanan dengan beberapa negara. Seperti, Tiongkok, Uni Emirat Arab (UEA), Singapura dan Belanda.

Lebih lanjut, dia mengamini bahwa alasan terpilihnya sejumlah negara tersebut sebagai pilot project atau percontohan TCA. Dalam hal ini, untuk menerima kedatangan wisatawan asing di tengah pandemi covid-19.

Baca juga: Australia Temukan Kasus Covid, Selandia Baru Setop Travel Bubble

“Pilot project masih difokuskan ke Tiongkok, UEA dan Belanda. Karena negara lain memiliki returning home policy (kebijakan pemulangan) yang tidak restriktif dengan point to point, langsung reguler atau charter flight (penerbangan),” jelas Sandiaga.

Namun, keputusan pembukaan wilayah mempertimbangkan perkembangan kasus covid-19 di suatu negara dan progres vaksinasi. Serta, mencermati upaya penerapan protokol kesehatan, testing dan tracing covid-19.

“Pembukaan travel bubble (gelembung perjalanan) itu menyangkut banyak hal. Kolaborasinya lintas K/L dan dengan luar negeri. Kami yakin upaya ini terus memasuki tahap pembahasan lebih lanjut,” tutupnya.(OL-11)

 


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *