30 Orang Tewas akibat Ledakan Bom Mobil di Afghanistan

oleh

LEDAKAN besar sebuah bom mobil dilaporkan menewaskan sekitar 30 orang dan melukai puluhan lainnya di provinsi Logar timur Afghanistan, Jumat (30/4) malam.

Juru bicara Gubernur Logar menuturkan mobil yang penuh dengan bahan peledak itu meledak di ibu kota Logar, Pul-e Alam, dekat rumah mantan kepala dewan provinsi, Didar Lawang.

“Rumah itu juga berfungsi sebagai wisma dan ledakan itu terjadi tepat ketika para tamu berbuka puasa selama bulan suci Ramadan,” kata kepala dewan provinsi Logar Hasibullah Stanekzai.

Dia mengatakan di antara korban adalah siswa sekolah menengah yang telah tinggal di rumah tersebut, melakukan perjalanan ke ibu kota untuk mengikuti ujian masuk universitas, serta anggota milisi pro-pemerintah yang tinggal di sana sambil menunggu transportasi udara ke tempat lain.

Belum jelas siapa yang berada di balik ledakan itu. Pemberontak Taliban tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Kekerasan di Afghanistan telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan AS akan menarik tentaranya pada 11 September untuk mengakhiri dua dekade kehadiran militer asing.

Baca juga:  Bom Mobil di Kota Afghanistan Renggut 5 Orang dan Puluhan Luka

Keputusan itu membuat marah Taliban yang telah menandatangani kesepakatan dengan presiden AS sebelumnya, Donald Trump, pasukan tertentu akan pergi dari negara itu pada 1 Mei dengan tunduk pada jaminan keamanan tertentu.

Juru bicara kementerian dalam negeri Tariq Arian mengatakan jumlah korban tewas akibat ledakan tersebut bisa meningkat.

Seorang pejabat kesehatan provinsi mengatakan lebih dari 60 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit dan banyak pelajar termasuk di antara korban.

Delegasi Uni Eropa untuk Afghanistan mengutuk serangan itu.

“Di bulan suci Ramadan, berita mengerikan tentang bom mobil di Pul-e-Alam, provinsi Logar, menewaskan dan melukai warga sipil tak berdosa, termasuk pelajar, ini adalah tragedi bagi seluruh negeri,” katanya di Twitter.(Straitstimes/OL-5)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *