2030, Kontribusi Ekonomi Digital Bisa Capai Rp4.531 Triliun

oleh

PEMERINTAH memproyeksikan pada 2030 sektor ekonomi digital akan memberi kontribusi sebesar 19% atau setara Rp4.531 triliun terhadap PDB nasional, yang diprediksi mencapai Rp24.000 triliun.

Jumlah tersebut naik hingga delapan kali lipat dari periode 2020, yang kontribusinya baru sebesar Rp632 triliun terhadap PDB sebesar Rp15.400 triliun.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan proyeksi itu berpotensi menjadi kenyataan jika pemerintah dan seluruh pihak bisa bekerja sama untuk mengembangkan ekosistem ekonomi digital. Dirinya mengakui bahwa partisipasi masyarakat dan pelaku usaha di sektor ekonomi digital masih sangat minim.

Baca juga: Jokowi: Transformasi dan Kedaulatan Digital Harus Seirama

“Kita ambil contoh dari industri makanan dan minuman. Saat ini, kontribusi terhadap GDP-nya mencapai Rp3.669 triliun, tetapi yang masuk ke digital ekonomi baru Rp18 triliun,” papar Lutfi di Kantor Presiden, Kamis (10/6).

Dari sisi keberadaan perusahaan rintisan yang sudah berkembang, Indonesia juga masih sangat tertinggal. Indonesia baru memiliki lima unicorn atau startup dengan kapitalisasi lebih dari US$1 miliar. Sementara itu, Amerika Serikat sudah mempunyai 207 unicorn.

“Di masa mendatang, kita harus sempurnakan infrastruktur digital dan komunikasi. Bangun sumber daya manusia di bidang teknologi, ciptakan ekosistem inovasi, serta pelayanan pemerintahan dan publik yang baik. Keamanan konsumen digital juga jadi pilar utama,” imbuh Lutfi.

Baca juga: Kecerdasan Buatan Berperan dalam Perkembangan Ekonomi Digital

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki mengyebut pihaknya juga mendorong lebih banyak pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital. Hingga saat ini, berdasarkan data Asosiasi E-Commerce Indonesia, jumlah pelaku UMKM yang masuk ke ekosistem digital mencapai 13,7 juta orang.

Pemerintah menargetkan pada 2024 angka tersebut naik menjadi 30 juta. “Presiden tadi minta ada percepatan digitalisasi UMKM. Harus ada strategi proaktif, jemput bola. Kita akan melakukan pendampingan, kurasi produk, peningkatan kualitas SDM, juga pembiayaan, sampai mereka onboarding di e-commerce,” pungkas Teten.(OL-11)

 

 


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *